Kata Telinga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kata Telinga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Tuhan sudah menciptakan manusia sebaik mungkin. Tubuh manusia pun diberkahi berbagai alat yang memiliki fungsi masing-masing. Sejak kecil, kita sudah diajarkan nama-nama alat tubuh kita, karena mengenal alat tubuh merupakan pengajaran yang paling dasar untuk diajarkan kepada seorang bayi yang sudah mulai bisa mengerti perkataan orang dewasa, sehingga ketika beranjak dewasa sepertinya tidak ada satu orang pun yang tidak mengetahui nama dari alat tubuhnya. Terlepas dari itu, ketika belajar di sekolah pun kita tetap diperkenalkan lebih jauh terhadap alat tubuh kita, mulai dari fungsinya, cara kerjanya, dan lain sebagainya.

Kita tentu mengenal istilah pancaindra semenjak mengenyam bangku sekolah dasar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pancaindra merupakan alat perasa yang lima macam, yaitu penglihat, penghidu (pencium). Pengecap (perasa lidah), perasa tubuh, dan pendengar. Kelima pancaindra itu dapat kita ketahui dengan baik. Kita melihat menggunakan sepasang mata kita. Kita mencium menggunakan hidung kita. Kita juga memiliki lidah sebagai pengecap rasa sehingga kita bisa merasakan sebuah makanan atau minuman. Kulit merupakan indra peraba atau perasa tubuh melalui berbagai macam rangsangan seperti suhu, sentuhan, tekanan, tekstur, dan lain sebagainya. Panca indra yang terakhir yaitu telinga sebagai indra pendengar.

Telinga, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, memiliki tiga arti. Pengertian yang pertama adalah organ tubuh untuk mendengar. Makna yang kedua yaitu telinga merupakan alat pendengaran yang terletak di kanan kiri kepala (manusia atau binatang). Pengertian terakhir yaitu telinga sebagai bagian barang atau nama sesuatu yang rupanya seperti telinga, contohnya anak telinga dan daun telinga.
Dalam KBBI, telinga memiliki dua kata turunan, yaitu bertelinga yang berarti mempunyai telinga dan menelinga yang berarti mendengar. Sementara itu, terdapat 16 gabungan kata yang mengandung kata ‘telinga’, seperti berikut.

1. Telinga badak : tumbuhan dengan nama latin crypteronia griffithii
2. Telinga bedil : bagian yang di luar pada senapan model kuno
3. Telinga berok : telinga yang rapat pada kepala
4. Telinga biola : alat untuk menegangkan atau mengendorkan senar biola
5. Telinga gajah : a. Telinga yang lebar
b. Ikan laut
c. pohon dengan tinggi hingga 20 m yang bernama latin macaranga gigantea
6. Telinga jebang : telinga yang menganjur ke luar
7. Telinga kambing : telinga kucing
8. Telinga kelelawar : seburut
9.Telinga kera : tumbuhan bernama latin thenslowia umbellata
10. Telinga kerbau : tumbuhan bernama latin blumea baleamifera
11. Telinga tuali : tangkai untuk mengangat kuali
12. Telinga kucing : telinga yang tirus ke atas
13. Telinga rusa : telinga kucing
14. Telinga telepuk kayu : telinga yang cantik bentuknya
15. Telinga tempayan : tidak mau mendengar kata dan nasihat
16. Telinga tikus : tanaman agar-agar

Selain itu, terdapat juga peribahasa yang mengadung kata ‘telinga’ yaitu “masuk telinga kanan, keluar telinga kiri” yang bermakna nasihat atau pelajaran yang tidak dimasukkan ke dalam ingatan, dan “telinga rabit dipasang subang” yang berarti memuliakan orang yang tidak patut dimuliakan atau tidak pada tempatnya.

Kareen